skip to Main Content

Aktivis yang Gelisah pada Kondisi Anak Pinggiran

Nina Suartika, Jurnalis • Jum’at 09 Mei 2014, 07:29 WIB

JAKARTA – Ibe Karyanto atau biasa disapa Uwa Karyo merupakan salah satu aktivis yang giat memperhatikan hak-hak anak pinggiran. Karena kegelisahannya pada kondisi anak, Uwa Karyo pun memilih membangun rumah yang didedikasikan sebagai tempat belajar mengajar anak-anak pinggiran.

Kegelisahan itu dimulai pada tahun 1994, saat itu Uwa Karyo bersama dengan para relawan masih bergabung di Institut Sosial Jakarta (ISJ). Namun, dia memilih jalannya sendiri dengan membangun rumah singgah yang kini diberi nama Sanggar Anak Akar.

Menurut Uwa, pada saat itu banyak sekali kendala yang dia hadapi. Mulai dari harus berurusan dengan preman-preman di jalanan, sampai harus diusir oleh warga di tempat rumah singgah.

“Karena anak-anak yang saya ajak untuk belajar itu murni anak-anak jalanan. Kadang-kadang ada saja kejadian mulai dari pencurian sampai akhirnya kami diusir warga,” kata Uwa Karyo saat ditemui Okezone.

Namun, semangatnya untuk tetap memerdekakan hak-hak anak tak membuatnya patah arang. Uwa tetap terus mencari anak-anak yang ingin belajar tetapi tidak memiliki kesempatan karena terganjal biaya dan waktu.

“Syukurnya apa yang saya lakukan dulu bisa berkembang. Karena sekarang kita sudah memiliki rumah sendiri, sehingga kita tidak perlu diusir lagi,” kata lelaki asal Klaten, Jawa Tengah ini.

Uwa mengatakan, sekarang Sanggar Anak Akar sudah lebih berkembang, yang tadinya hanya sebagai rumah singgah untuk anak-anak pinggiran, kini sudah berkembang menjadi sebuah sekolah setaraf SMP. Dengan menamakan Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar, para murid yang belajar diharapkan mampu menjadi anak-anak yang mandiri. Karena kurikulum yang diajarkan sangat berbeda dengan sekolah-sekolah formal bentukan pemerintah.

“Dari sekolah ini, saya hanya berharap bahwa anak mampu mengembang pikirannya dan anak mampu menjadi anak yang merdeka. Karena anak adalah milik anak, bukan milik orang tua dan milik siapa-siapa,” kata Uwa Karyo.
(ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top