skip to Main Content
Cerita Bagas, Pertemuan Nasional Jaringan Pendidikan Alternatif “Kongres Anak Merdeka”

Cerita Bagas, Pertemuan Nasional Jaringan Pendidikan Alternatif “Kongres Anak Merdeka”

PERTEMUAN NASIONAL JARINGAN PENDIDIKAN ALTERNATIF

“Kongres Anak Merdeka”

 

Halo, nama saya Bagas,  saya akan menceritakan pengalaman saya di Semarang. Dalam acara pendidikan alternatif (PERNAS). Saya berangkat ke Semarang  bersama kakak-kakak Sanggar Akar. Saya ke Semarang naik kereta api dari stasiun Senen menuju stasiun Semarang, Poncol. Berangkat sekitar jam 11:10 sampai di Semarang sekitar jam 6:10. Setelah sampai di stasiun Semarang Poncol, saya dan kakak-kakak Sanggar pergi untuk sarapan. Kita sarapan di warung sederhana pinggir jalan samping stasiun. Setelah selesai makan saya dan kakak sanggar pergi ke Yayasan Setara yang ada di Semarang.

Kita pergi ke Yayasan Setara menaiki grabcar. Anehnya itu waktu kita mau naik mobil, saat muter balik, grab itu harus bayar 5.000 karena sudah mengambil jatah penumpang di lokasi kami menuggu grabcar katanya. Setelah menempu jalan berapa km akhirnya sampai Yayasan setara, dan kita duduk menunggu hingga ada pengurus Yayasam Setara yang datang. Saya pun masuk ke dalam rumah dan bersihkan ruang tamu. Selanjutnya kami istirahat (tidur) dan bangun sore hari. Uwa Karyo datang ke Yayasan Setara dan saya diajak jalan-jalan ke Wisma Perdamaian untuk mengantar uwa rapat. Ternyata belum ada orang dan uwa mengajak ke tempat jajan es krim namanya itu O’en. Kita pun makan es krim dengan cemilan kentang goreng. Selesai makan ice cream ka Yuse beli lumpia khas Semarang dan jalan kembali ke Wisma Perdamaian untuk mengantar uwa rapat. Setelah sampai  Saya, ka Yuse dan ka Putri pergi ke Lawang Sewu melihat tentang sejarah  kereta api Indonesia. Setelah selesai melihat-lihat di Lawang Sewu kita pulang ke Wisma Perdamaian untuk menunggu Uwa selesai rapat. Setelah menunggu Uwa selesai rapat, kita kembali ke Yayasan Setara untuk mengambil barang bawaan. Setelah sudah mengambil barang-barang, kita pergi makan malam. Kita makan malam di warung pinggir jalan sambil mendengarkan musik. Selesai makan kita pulang ke sebuah rumah. Sampai di rumah saya langsung tidur.

Selamat pagi, inilah hari kedua di Semarang, kita akan pergi ke Wisma Perdamaian untuk ke acara Pernas Pendidikan Alternatif ke dua. Kita ke sana naik grabcar setelah sampai lokasi acara, saya daftar  untuk menjadi anggota Pernas Pendidikan Alternatif ke dua. Saya masuk ke dalam gedung untuk menyanyi  pembuka Pernas. Setelah pembukaan saya keluar untuk pergi ke Desa Genting. Sebelum berangkat, kita anggota Pernas briefing terlebih dahulu. Setelah briefing kita pergi ke Desa Genting dengan perjalanan 2 jam. Setelah menempuh 2 jam akhirnya, sampai di Desa Genting.

Semua anggota pernas turun bus dan ke  rumah pak Bambang. Saya waktu sampai di rumah pak bambang pergi untuk sholat jum’at bersama teman yang lain. Sehabis sholat jum’at kita semua berkumpul di rumah pak Bambang untuk dan membahas rumah menginap. Setelah itu kita kerumah inap masing-masing. Saya ketempat rumah inap bersama ibu yang punya rumah, kakak pendamping dan satu teman dari sekolah kembang namanya itu Laut. Setelah sudah di rumah inap masing-masing, kita istirahat sebentar dan jam 02.00 kita kumpul di balai kota Desa Genting. Dan akhirnya sudah jam 2 saya dan teman dari sekolah kembang pergi ke balai kota. Di sana kita semua senang sekali karena kita bernyanyi -nyanyi, menjawab tentang apa itu pendidikan alternatif, saling sharing, pokoknya banyak lagi hal yang seru di sana.

Setelah kita di balai kota, kita pergi lagi ke rumah pak Bambang untuk melihat pertunjukan tarian prajuritan dari semarang. Habis melihat itu kita juga belajar tarianya untuk di tunjukan di lapangan saat peserta dewasa yang ada di wisma perdamaian datang. Belajar tarianya itu hanya lima gerakan, tapi tetap seru, jika semua gerakan nantinya bisa cape kita. Selesai belajar tarian kita pulang ke rumah inap masing-masing untuk mandi, istirahat, makan dan shalat maghrib. Akhirnya kita pergi kelapangan untuk menunjukkan tarian parajutian tadi. Sebelum menunjukkan tarian prajuritan, pakde Susilo Adinegoro membuka acara dan setelah itu pak Bambang sebagai mantan lurah desa Genting juga membuka acara. Akhirnya kita menunjukkan tarian yang sudah kita pelajari tadi sore. Setelah kita menunjukkan tarian kita juga nyanyi bareng-bareng. Setelah nyanyi kita pulang ke rumah inap masing-masing dan saya tidur malam.

Selamat pagi hari ini adalah hari kedua di Desa Genting. Saya mandi dilanjutkan sarapan, setelah sarapan saya ke rumah pak Bambang. Di rumah pak bambang kita bertemu dengan Bapak Dirjen Kebudayaan, namanya itu Hilman Farid. Kita juga bertanya-tanya kepada pak dirjen Hilman Farid tentang pendidikan. Setelah bertanya-tanya, kita pergi ke belakang musholla untuk membuat kelompok untuk mendiskusikan tentang apa keluarga itu untuk bangsa. Saya mendapatkan kelompok 1, saya di sana menceritkan tentang apa yang harus ada dalam keluarga. Kelompok satu membuat satu kliping yang membentuk apa itu keluarga dan harapan kita tentang keluarga. Setelah sudah membuat satu kliping tentang kelurga kita harus mempresentasikan dalam bentuk apapun. Kelompok satu mempresentasikan dengan cara drama, saat kita sedang latihan kita lanjut makan siang terlebih dahulu, kita makan siang di rumah pak Bambang. Selesai makan siang kita ke tempat diskusi membuat kliping untuk menyiapkan presentasi kliping kelompok 1. Setelah semua kelompok sudah mempresentasikan, kita semua membahas lebih lanjut lagi. Apa yang sudah kita presentasikan, akan ditampilkan kembali pada malam hari depan peserta dewasa di acara festival kopi dan diwajibkan dalam 1 kelompok harus 2 orang mendiskuskan apa tentang keluarga, anggota kelompok yang tidak dipilih itu istirahat. Di festival kopi kita menampilkan berani tampil, nyanyi-nyanyi, drama dan lainnya. Karena semakin malam jadi anak-anak harus kembali ke tempat inapnya masing-masing. Dan saya akhirnya tidur malam.

Selamat pagi hari ini adalah hari ketiga di desa Genting dan hari ketiga adalah hari terakhir berkegiatan. Pagi ini kita kembali ke tempat diskusi, disana kelompok disuruh untuk ke tempat-tempat yang ada di desa genting. Kelompok 1 pergi ke tempat pak Priyono dia menjual debok. Debok adalah batang dari pohon pisang yang sudah kering , bisa diambil dan di jual. Kita juga melihat jamur dan kopi.

Di akhir kegiatan kami membacakan Maklumat Kongres Anak merdeka, saya menjadi salah satu anak yang membacakan maklumat. Sampai di sini cerita saya dalam Pertemuan Nasional Kedua Jaringan Pendidikan Alternatif.

 

ISI MAKLUMAT

MAKLUMAT KONGRES ANAK MERDEKA

PERTEMUAN NASIONAL KEDUA JARINGAN PENDIDIKAN ALTERNATIF

TANGGAL 26 – 28 OKTOBER 2018*

 

Suara-suara menggema, memasuki ruang bawah tanah, menyesakkan nafas dan mengelorakan semangat anak merdeka.

Kami memaknai kebangsaan sebagai sikap menghargai keberagaman, kebersamaan, prestasi; gotong royong dan memperkuat hubungan masyarakat dalam kebudayaan termasuk menghargai kearifan lokal.

Namun kami masih melihat dan mengalami bahwa ada diskriminasi dalam berbagai bentuk, sikap indivisualis, rendahnya kesadaran diri terhadap hubungan sosial, minimnya apresiasi khususnya terhadap anak-anak yang terlibat dalam pendidkan alternatif, dan berkurangnya toleransi terhadap keberagaman.

Maka dari itu, kami, peserta Kongres Anak Merdeka dalam Pertemuan Nasional Kedua Jaringan Pendidikan Alternatif menyuarakan hal berikut.

  1. Pemerintah harus mengoptimalkan ruang untuk meningkatkan kualitas budaya lokal termasuk dalam upaya mempromosikan.
  2. Pemerintah memperkenalkan pendidikan alternatif kepada masyarakat secara serius dan konsisten
  3. Pemerintah tidak membedakan proses perolehan ijazah untuk semua anak
  4. Masyarakat tidak menstigma pendidikan alternatif
  5. Masyarakat harus menerapkan perilaku kebangsaan secara konsisten
  6. Keluarga mendengar dan memahami suara anak
  7. Keluarga secara konsisten menanamkan nilai-nilai kebangsaan
  8. Keluarga harus memahami bahwa setiap anak memiliki potensi, minat dan bakat yang berbeda

 

KONGRES ANAK MERDEKA

SEMANGAT ANAK MERDEKA

 

Semarang, 28 Oktober 2018

Kesepakatan Kongres Anak Merdeka*

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top