skip to Main Content

Perayaan Syukur 24 Tahun Sanggar Anak Akar

Gerimis malam itu (24/11) tidak menyurutkan kemeriahan acara malam syukur ulang tahun Sanggar Anak Akar yang ke 24. Sekitar 30 anak-anak usia sekolah dasar tetap ceria memainkan ensambel musik tiup dan perkusi di atas teras rumah baru Sanggar Akar yang malam itu diubah jadi panggung pertunjukan.  Dua komposisi lagu anak-anak,  “Alam Semesta” dan “Fajar Menyingsing” dimainkan dengan gaya apik.
Dalam kesempatan itu Sanggar Akar juga mempresentasikan video profil Sanggar Anak Akar yang baru. Video lain yang ditayangkan adalah animasi grafis “Langkah Menuju Perak: Rencana Kegiatan 2019”. Hairun Nisa, Penanggungjawab Harian Sanggar,  menjelaskan,  “Kegiatan tahun 2019 dibuat dalam rangka merayakan tahun perak. Kami sengaja memberanikan diri untuk mempublikasikan rencana tersebut untuk mengajak semua pihak untuk bersama Sanggar mewujudkan langkah perubahan untuk pendidikan anak,  terutama pendidikan di Sanggar Anak Akar”. Jenis dan jadwal kegiatan tersebut bisa dilihat di Kalender Sanggar Akar 2019 yang dicetak untuk materi penggalangan dana.
Rangkaian pertunjukkan dilanjutkan dengan Konser Akar Grandsamble yang membawakan komposisi lagu-lagu karya Sanggar Anak Akar dari masa ke masa. Akar Grandsamble merupakan Ensamble Group yang diinisiasi oleh para alumni Sanggar dan musisi serta vocalis Sahabat Akar. Di sela sajian konser disisipakan acara pemotongan tumpeng ulang tahun oleh Susilo Adinegoro,  Ketua Yayasan Anak Akar Indonesia dan Ibe Karyanto, Rektor Sanggar Anak Akar. Pada kesempatan itu juga Ketua Yayasan dan Rektor memberikan penghargaan kepada 3 perwakilan Alumni dan 2 Sahabat Akar berupa Kalender Sanggar 2019.
“Sengaja kami memberikan penghargaan berupa kalender yang berisi agenda Sanggar dengan tujuan mengajak alumni maupun sahabat untuk bersama menjadi bagian dari kerja mewujudkan perubahan di tahun 2019,” kata Rektor Sanggar sambil membubuhkan tandatangan di halaman depan tiap kalender.
Harapan Rektor tersebut sejalan dengan pilihan tema ulang tahun “Berbagi Spirit Untuk Perubahan”.
“Bukan hanya kami para pengurus yang berbagi spirit,  tetapi kami mengajak alumni,  sahabat dan semua pihak untuk berbagi semangat untuk perubahan, ” ujar Nisa.
Di hari yang sama juga telah diselenggarakan kegiatan untuk anak-anak yang berlangsung dari pagi sampai sore. Sekitar 100 anak dari  4 komunitas basis bermain bersama dan mengisi pertunjukan tari dan musik di panggung gembira. Komunitas basis merupakan sebutan untuk komunitas kampung urban yang selama ini intensif menyelenggarakan kegiatan belajar bersama dengan Sanggar Anak Akar. Basis juga berarti menunjuk pada komunitas kampung yang menjadi bagian utama dari program yang diselenggarakan Sanggar Akar.
Sanggar Anak Akar tepatnya lahir di tanggal 22 November. Untuk memperingati kelahirannya pada tanggal 21 November lalu Pengurus Muda Sanggar Anak Akar menyelenggarakan malam tirakat yang dihadiri beberapa alumni dan sahabat. Tirakatan berakhir tepat pukul 00 dengan ditandai tiup lilin bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top