skip to Main Content

Sejarah.

Sanggar Anak Akar bermula dari program open house untuk anak-anak pingiran yang dikembangkan oleh Institut Sosial Jakarta pada 1989. Program open house ini kemudian mendorong para pengelola mengubahnya menjadi ruang aman dan nyaman dengan mendirikan Sanggar Anak Akar pada 22 November 1994. Tujuannya adalah menciptakan rasa aman dan nyaman supaya anak-anak dari berbagai kelompok saling berinteraksi dan setiap anak berani mengekspresikan gagasan dan kemampuannya.

Akhir tahun 1999 Ibe Karyanto, Jupriyanto, Suryanto Musto, Debbi Maitimu dan Ivonne Therik berkomitmen untuk menjadikan Sanggar Anak Akar sebagai organisasi yang mandiri lepas dari induk organisasi sebelumnya. Komitmen itu disambut baik oleh individu anggota masyarakat yang kemudian menjadi sahabat akar. Setahun kemudian Sanggar Anak Akar mulai memusatkan perhatiannya pada komitmen pengembangan model pendidikan yang berbasis pada perlindungan hak anak. Gagasan pendidikan diselenggarakan dengan mengambil model pembelajaran berbasis pengalaman (experience curriculum).

Pada 2003 sampai akhir tahun 2016 Sanggar Anak Akar memiliki gedung yang dibangun di atas tanah seluas 720 m². Awal 2017 karena terdesak oleh kepentingan pembangunan tol Becakayu (bekasi-cawang-kampung melayu), Sanggar Anak Akar pindah ke lokasi baru di Pangkalan Jati. Rencananya tanah seluas 1150 m2 itu akan dibangun ekosistem pendidikan baru untuk anak-anak dan remaja.

sanggar-anak-akar-sejarah

Visi.

Menjadi model pendidikan untuk anak pinggiran sebagai gerak kebudayaan yang menghormati hak-hak anak sebagai anak manusia seutuhnya.

pentas-seni-sanggar-anak-akar-2

Misi.

  1. Mengembangkan berbagai bentuk kampanye untuk menumbuhkan sikap penghargaan pada hak-hak dasar anak.
  2. Pencarian dan pengembangan model pendidikan yang aktual dan relevan untuk pertumbuhkembangan anak-anak pinggiran.
  3. Menjadikan Sanggar sebagai wujud dari komitmen masyarakat terhadap pengembangan pendidikan anak melalui penggalangan keterlibatan dan dukungan masyarakat dalam berbagai bentuk.
pentas-seni-sanggar-anak-akar
Back To Top